Arsip Kategori: Aktivitas Asosiasi

Yuk Bicara Esperanto !

Hari Minggu, 19 September sukses terlaksana sesi bicara Esperanto yang  diadakan secara rutin. Untuk sesi ini, pesertanya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga hadir 5 peserta dari Vietnam. Terima kasih kepada penutur Esperanto Vietnam, Tran Hoan yang telah mengajak murid Esperanto-nya untuk ikutserta. Tema sesi bicara Esperanto kali ini adalah “Bagaimana mencapai tujuanmu”. Selama dua jam, semua peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan dan berbicara mengenai tujuannya. Ada yang bicara soal tujuan lari 1,000 kilometer, yang lain bicara tujuan terkait kesehatan, hobi, keseharian, pekerjaan dan pembatasan menggunakan sosial media.

Setelah presentasi, peserta lain boleh bertanya atau berkomentar. Contoh mengenai pembatasan penggunaan sosial media, yang juga menjadi tujuan yang lain.  Mereka berpendapat sama bahwa penting menggunakan waktu untuk aktivitas yang lain, yang lebih sehat dan bermanfaat ketimbang menghabiskan waktu di sosial media. Dalam kegiatan sesi bicara Esperanto ini, peserta juga belajar kata-kata baru dan hal terkait tatabahasa. Video rekaman kegiatan ini dapat ditonton di YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=WkzA8lqyhP4

Seri Presentasi AEA

Asosiasi Esperanto Australia (AEA) memiliki kegiatan menarik yang rutin diadakan sebulan sekali. Presentasi Esperanto via Zoom menyajikan seri presentasi/paparan dari penutur Esperanto dari berbagai negara dengan tema-tema menarik yang bukan hanya terkait Esperanto tapi juga mengenai budaya, fenomena sosial, sains dan lainnya. Untuk turut memberikan presentasi, silakan menghubungi via email prezidanto@esperanto.org.au

Hari ini, Ilia Dewi mempresentasikan podcast dalam bahasa Indonesia. Dengan menggunakan nama “Belverdulino”, dia memanfaatkan podcast untuk mengenalkan dan memberikan informasi tentang Esperanto kepada masyarakat terutama anak muda yang secara statistik lebih banyak mendengarkan podcast. Beberapa bagian dari presentasi mengalami kendala karena koneksi internet, namun secara keseluruhan berjalan baik. Presentasi bisa ditonton lagi melalui kanal YouTube Esperanto Australia dengan video-video presentasi lainnya.

Nah, ini videonya! Selamat menyaksikan!

Wawancara di Radio Imelda 104.4 FM

Dalam rangka Hari Esperanto, kami coba menghubungi jurnalis dan radio untuk mengenalkan Esperanto. Satu radio di kota Semarang, radio Imelda 104.4 FM merespon dan menerima untuk mengenalkan Esperanto di program pagi “Rolling in The Morning”. Pengurus IEA, Ilia diwawancara via LIVE IG dan disiarkan langsung melalui radio pada tanggal 6 Agustus 2021 dengan tema “134 tahun Esperanto, Bahasa Dunia Untuk Kerjasama dan Perdamaian”. Sepanjang 30 menit, penyiar menanyakan pertanyaan-pertanyaan menarik seputar hari Esperanto, gerakan Esperanto, pembelajaran dan fungsi Esperanto dalam komunikasi internasional.

Ada bagian yang menarik saat penyiar mengenal beberapa kata dalam bahasa Esperanto. Dia mencermati kata-kata tersebut mirip dengan bahasa-bahasa asing lainnya dan tatabahasa Esperanto sepertinya sederhana. Kami berharap melalui wawancara singkat tersebut, para pendengar mulai kenal Esperanto. Terima kasih kepada radio Imelda 104.4 FM Semarang!

Hari Esperanto

Hari ini 26 Juli 2021 dirayakan sebagai Hari Esperanto. 134 tahun yang lalu, tepatnya 26 Juli 1887, di kota Warsawa – Polandia, diterbitkan buku pelajaran pertama Esperanto dalam bahasa Rusia. Beberapa bulan kemudian, diterbitkan juga dalam bahasa Polandia, Jerman dan Perancis. Judul dari buku pertama ini adalah “Internacia Lingvo” atau dalam bahasa Indonesia diartikan Bahasa Internasional. Sebagai pencipta bahasa Esperanto, L.L Zamenhof yang adalah seorang dokter mata, saat itu menggunakan nama samaran ‘Doktoro Esperanto’ yang berarti orang yang berharap – kemudian menjadi nama bahasa yang diciptakannya. Selama bertahun-tahun sejak kehadirannya, Esperanto telah berevolusi menjadi bahasa yang hidup, yang dituturkan setiap hari oleh jutaan orang di dunia, di lebih dari 130 negara. Para penutur Esperanto atau esperantis menggunakan Esperanto sebagai bahasa kedua untuk berkomunikasi dengan orang dari negara-negara lain dan budaya yang berbeda – pada saat pertemuan-pertemuan internasional, pada saat bepergian atau pertemuan-pertemuan virtual. Esperanto hidup. Esperanto adalah saling pengertian diantara individu. Selamat Hari Esperanto!

HUT IEA ke-8

Hari ini, 7 April 2021, Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA) merayakan HUT ke-8.

Berikut sambutan Presiden Asosiasi Esperanto Indonesia, Ilia Sumilfia Dewi.

Saluton!

Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili Asosiasi Esperanto Indonesia, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Asosiasi Esperanto Indonesia, para pegiat Esperanto dan penutur Esperanto di Indonesia atas dukungan, kerjasama dan kontribusinya terhadap kegiatan-kegiatan asosiasi selama ini.

Hari ini, Asosiasi Esperanto Indonesia memasuki tahun ke-8 sejak didirikan pada tgl 7 April 2013.

Sejak awal Asosiasi Esperanto Indonesia memiliki visi dan misi untuk memfasilitasi dan mendukung kemajuan gerakan Esperanto di Indonesia. Kita menyadari, Esperanto bukan hanya sekedar bahasa yang mempermudah komunikasi internasional namun Esperanto memiliki nilai-nilai kesetaraan, perdamaian dan persahabatan yang selalu perlu kita gaungkan untuk mewujudkan kehidupan yang selaras dan harmonis dalam keberagaman, khususnya dalam konteks pergaulan internasional.

Menyadari masih banyak kekurangan, kami dari pengurus Asosiasi Esperanto Indonesia, terus berbenah diri dan mengajak seluruh anggota asosiasi bergandengan tangan untuk saling mendukung dan bekerjasama mewujudkan agenda kegiatan asosiasi demi kemajuan gerakan Esperanto di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, kami ingin berterima kasih kepada esperantist luar negeri khususnya Heidi Goes dari Belgia, So Gilsu dari Korea dan Inumaru Fumio dari Jepang yang telah bersama esperantist di Indonesia meletakkan dasar berdirinya Indonezia Esperanto-Asocio (IEA) atau Asosiasi Esperanto Indonesia.

Kami juga berterima kasih kepada Asosiasi Esperanto UniversaL (UEA) yang telah memberikan dukungan dan bantuan terkait keanggotaan UEA bagi anggota IEA dan penutur Esperanto di Indonesia. Terima kasih juga kepada Asosiasi Esperanto Australia, Asosiasi Esperanto Selandia Baru yang telah berkenan bekerjasama dengan IEA untuk merealisasi kongres Esperanto Tiga Negara yang terlaksana tahun 2016 dan 2018. Semoga kedepannya akan ada kolaborasi kembali dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain. Terima kasih juga kepada IREA (Asosiasi Esperanto Iran) yang telah dan masih mendukung kegiatan asosiasi terutama terkait pelaksanaan Kursus Esperanto Online bagi pemula yang dimulai pada pertengahaan tahun 2020.

Tentunya masih banyak lagi pihak-pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang telah mendukung dan membantu Asosiasi Esperanto Indonesia dalam merealisasi perannya didalam gerakan Esperanto Indonesia.

Akhir kata, saya atas nama pengurus IEA mengajak semua anggota asosiasi untuk terus bersemangat, optimis dan kreatif dalam memajukan gerakan Esperanto di Indonesia.

Live Instagram @asosiasiesperanto

Sejak Januari 2021, Asosiasi Esperanto Indonesia mengadakan kegiatan terbaru melalui instagram @asosiasiesperanto. Ilia, pengurus asosiasi sebagai ‘host’ berbincang dengan para pembicara tamu yang terundang. Disesi pertama Live Instagram yang berlangsung pada tgl 16 Januari, seorang anggota IEA, Adam dari Bandung berkesempatan untuk berbincang tentang pengalaman pertamanya mengenal Esperanto dan mulai membelajarinya secara mandiri. Adam juga bercerita bagaimana dia menemukan link ke Asosiasi Esperanto Indonesia dan menjadi salah satu anggota asosiasi yang aktif. Terima kasih, Adam!

Pada tgl 30 Januari, sesi Live Instagram kedua berlangsung dengan penutur Esperanto muda, Victor dari Depok. Disesi kali ini , temanya adalah “Manfaat Esperanto”. Victor dan Ilia menyampaikan beberapa manfaat belajar dan menggunakan bahasa Esperanto. Dengan belajar Esperanto, kamu bisa berteman dengan banyak orang dari berbagai negara. Kamu juga bisa belajar bahasa asing lainnya dengan lebih cepat setelah terlebih dahulu belajar bahasa Esperanto karena Esperanto memiliki nilai propedeutika. Bagi mereka yang suka bepergian (traveling) ke luar negeri, mereka dapat memanfaatkan ‘Pasporta Servo’. Dengan begitu mereka bisa menginap di rumah penutur Esperanto (esperantis) yang siap menerima esperantis dari negara lain. Tentu saja hal ini dapat menghemat biaya perjalanan, namun yang lebih penting adalah pertukaran budaya. Saat itu kamu bisa mengalami sendiri kebiasaan lokal dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Obrolan berlangsung selama satu jam dengan kesimpulan bahwa Esperanto layak dipelajari. Terima kasih, Victor!

Kegiatan Live Instagram berlangsung dua kali dalam sebulan dan dapat ditonton kembali di IG TV @asosiasiesperanto.

Latihan Bicara Esperanto di Januari

Pada tgl 10 dan 24 Januari berlangsung dengan sukses via Zoom, latihan bicara Esperanto untuk para pemula dan lanjutan. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai kota/tempat antara lain, Jakarta, Bandung, Depok, Bekasi, Cikarang, Semarang dan Kupang. Hadir pula seorang esperantis dari Perancis, Jean-Claude Roy.

Disetiap sesi, para peserta diberikan kesempatan berbicara berdasarkan tema yang telah ditentukan yang dikirimkan melalui email setelah mendaftar. Disesi tgl 10, temanya adalah mengenai “apa yang akan dilakukan untuk Esperanto, bila kamu menjadi seorang milyader”. Sesi latihan bicara Esperanto ini berlangsung menyenangkan karena memberi kesempatan juga untuk bertanya dan belajar kata-kata baru. Kegiatan ini diadakan selama dua jam mulai pukul 20:00 – 22:00 wib. Sesi latihan bicara Esperanto selanjutnya akan diadakan pada bulan Februari dengan tema-tema menarik lainnya dan masih terbuka bagi peserta dari negara lain. Laporan singkat dan postingan informasi tentang sesi latihan bicara Esperanto dapat pula dibaca di akun instagram @asosiasiesperanto. Yuk, follow kami!

Kegiatan dibulan Desember

Pada bulan ini, Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA) telah merealisasi dua kegiatan. Pertama yaitu perayaaan bersama Hari Zamenhof yang diadakan secara virtual melalui Zoom pada tanggal 15 Desember 2020. Hadir sekitar 25 orang peserta dari berbagai kota di Indonesia dan beberapa penutur Esperanto dari luar negeri, antara lain Perancis, Swiss, Thailand, Korea, Filipina, Norwegia dan Timor Leste.

Pada pukul 13:00 (UTC) atau pukul 20:00 WIB (UTC+7), perayaaan dibuka dengan ucapan selamat datang dari Ilia Dewi, selaku presiden IEA. Selanjutnya, dibacakan biografi singkat mengenai pencipta bahasa Esperanto, L.L Zamenhof. Kemudian acara dilanjutkan oleh tiga penutur Esperanto muda, yaitu Arifah, Victor dan Ali yang masing-masing membacakan puisi Zamenhof. Esperantis dari Perancis, Jean-Claude menyampaikan presentasi singkat terkait puisi-puisi yang mengekspresikan ide-ide Zamenhof mengenai komunikasi yang setara, perdamaian dan persahabatan.  Dia juga merespon pertanyaan-pertanyaan dari peserta, antara lain pertanyaan mengenai buku-buku Esperanto untuk pemula dan dia merekomendasikan beberapa buku, sebagai contoh buku berjudul ‘Gerda Maleperis’, ‘Vojaĝo al Esperanto-lando’. Satu jam kemudian para peserta makan, minum bersama secara virtual. Sembari makan dan minum, setiap peserta mendapat kesempatan untuk mengekspresikan dan menyampaikan kata-kata terima kasih kepada Zamenhof. Semua setuju bahwa Zamenhof sebagai inisiator bahasa Esperanto telah berkontribusi baik untuk umat manusia. Selanjutnya, IEA meluncurkan podcast terbaru tentang Esperanto dalam bahasa Indonesia. Podcast ‘dooniaEsperanto’ bertujuan untuk membantu masyarakat umum yang ingin belajar Esperanto dan mendengarkan informasi-informasi terkini, musik, berita Esperanto dan sebagainya. Seorang esperantis muda, Ali menyajikan musik melalui permainan biolanya dan dari Timor Leste, Teofilo menyampaikan secara singkat mengenai situasi dan tantangan gerakan Esperanto di negaranya. Sebelum acara berakhir, peserta bersama menyanyikan himne Esperanto ‘La Espero’. Lalu berfoto bersama dan saling berpisah.

Kegiatan kedua adalah kursus Esperanto ke-6 untuk pemula yang dilaksanakan pada 19 Desember 2020. Kursus tersebut adalah sesi terakhir dari keseluruhan pelajaran dasar Esperanto yang dimulai sejak Juli 2020. Kursus dasar Esperanto sukses terlaksana berkat dukungan dari IREA (Asosiasi Esperanto Iran). Seorang esperantis Iran secara rutin membantu mempersiapkan ruang virtual melalui aplikasi Zoom yang dikelola oleh IREA. Untuk itu kami, pengurus IEA merasa berterima kasih atas kerjasama yang baik dan dukungannya. Disesi terakhir ini hadir 7 peserta kursus yang datang dari berbagai kota antara lain Jakarta, Bekasi, Depok, Bandung dan Solo. Pembimbing kursus, Ilia Dewi menggunakan materi pelajaran dari lernu.net yang dikirimkan ke peserta melalui email dan juga menggunakan buku ‘Kunci’.

Pada sesi ini, peserta kursus belajar mengenai partisip aktif dan pasif, penggunaan preposisi dan kata-kata singkatan dalam Esperanto. Setelah berlangsung selama dua jam, kursus pun berakhir. Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang rajin mengikuti kursus dan mengalami kemajuan.

Dilaporkan oleh Ilia Dewi

Film Pendek UK-44, Warsawa 1959

Pada penyelenggaraan Kongres Esperanto Universal (UK) ke-44 di kota Warsawa, para penutur esperanto atau esperantis dari berbagai negara ikutserta termasuk dari Indonesia. Tokoh pergerakan Esperanto yang utama saat itu, Ibu Rankajo Chailan Sjamsoe Datoe Toemonggoeng hadir mewakili Indonesia. Beliau juga diminta untuk naik ke atas pondium  pada saat pembukaan kongres untuk menyapa para peserta kongres yang berjumlah 3,500 orang dari berbagai negara. Berikut film pendek berjudul “Verda Stelo Super Varsovio” atau dalam bahasa Indonesia “Bintang Hijau Diatas Warsawa” menyajikan sekilas pelaksanaan kongres tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai peran ibu Datoe Toemoenggeong didalam gerakan Esperanto yaitu diantara tahun 1952-1964, buku yang ditulis oleh esperantis Belgia, Heidi Goes  yang berjudul ‘ Movadaj Insuletoj’ dapat menjadi sumber informasi yang didasarkan pada eksplorasi Heidi dari berbagai sumber literatur, pustaka, wawancara dan sebagainya.

Film ini kami unduh dari halaman facebook ‘Historio de Esperanto’ dan teks berbahasa Indonesia diterjemahkan oleh seorang esperantis muda, Victor Maxim Manuel.

Cerita Peserta Kursus Dasar 1

Esperanto sebagai sebuah bahasa yang memiliki penutur yang tersebar di berbagai belahan dunia sangat menarik perhatian saya. Ketertarikan itu saya tindaklanjuti dengan belajar Esperanto, terutama pada saat Work from Home  (WFH) selama pandemik Covid-19. Setelah mencari berbagai informasi, saya menemukan Asosiasi Esperanto di Indonesia, yaitu Indonezia Esperanto Asocio (IEA). Ada beragam kegiatan yang dilakukan oleh IEA, bahkan di masa pandemi ini, secara rutin mengadakan berbagai event secara online. Salah satunya, Kursus Dasar Esperanto 1 untuk Pemula.

Setelah melalui proses registrasi, saya bisa mengikuti Kursus Dasar Esperanto 1 untuk Pemula dari IEA. Kursus Dasar Esperanto 1 ini diadakan secara online pada 18 Juli 2020. Walaupun diselenggarakan secara online, ini menjadi pengalaman pertama saya belajar bahasa Esperanto dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Sebelumnya saya belajar Esperanto melalui aplikasi Duolingo dari bahasa Inggis. Tentu saja, keikutsertaan saya dalam kursus ini bermula dari dari webinar yang diselengarakan IEA pada bulan sebelumnya, 13 Juni 2020. Webinar ini mengambil tema “Mengenal Bahasa Persahabatan Dunia, Esperanto”. Kursus Dasar Esperanto 1 untuk Pemula ini dipandu oleh Ilia Dewi, pengurus IEA. Diikuti oleh empat belas orang peserta dari berbagai kota di Indonesia melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kursus dasar ini dimulai dengan materi pengenalan huruf Esperanto dan cara membacanya. Untuk saya yang memulai belajar Esperanto dari aplikasi Duolingo, hal ini sangat penting. Mengingat di aplikasi Duolingo, tidak secara langsung mengajarkan tentang huruf-huruf Esperanto dan cara membacanya. Ilia Dewi membimbing setiap peserta untuk mengenal huruf dan bunyi, terutama pada beberapa huruf yang khas dalam Esperanto. Salah satu hal yang memudahkan dalam bahasa Esperanto, tulisan dibaca sesuai dengan apa yang tertulis dengan penekanan biasanya pada huruf vokal kedua dalam setiap kata.

Materi selanjutnya adalah membuat kalimat sederhana dalam bahasa Esperanto. Materi ini dipandu Ilia Dewi dengan memberikan beberapa kosakata. Dilanjutkan dengan memberikan berbagai contoh kalimat dasar yang memuat kata benda, kata kerja, angka serta kata ganti. Peserta kursus juga diminta untuk menentukan mana kalimat yang benar dan mana yang salah dari berbagai contoh. Bagian menarik untuk saya adalah pada dasar pembentukan kata kerja dalam Esperanto yang berdasarkan waktu dengan akhiran “as”, “is”, dan “os”. Walaupun sudah sedikit memahami ini melalui aplikasi Duolingo, namun pemaparan pembelajaran dalam bahasa Indonesia, terasa lebih membantu. Selanjutnya, peserta mengajukan  beberapa contoh kalimat dari beberapa kata yang telah dibagikan sebelumnya. Pelatihan secara online melalui aplikasi Zoom ini berlangsung secara interaktif. Para peserta bisa langsung mengajukan pertanyaan yang langsung bisa ditanggapi.

Tanpa terasa, waktu dua jam kursus berlalu dengan cepat. Keempat belas orang peserta berhasil mengikuti Kursus Dasar Esperanto 1 ini. Sebagai tambahan untuk mendapatkan sertifikat, para peserta diminta untuk mengumpulkan tugas sebagai persyaratan. Selain itu, salah satu usulan dari peserta adalah membuat What’sapp Group sebagai wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi. What’sapp Group ini langsung dibuat setelah kursus berakhir dan hingga kini berjalan aktif.

Bagi saya sendiri, kursus ini sangat positif dan bisa memacu diri untuk lebih giat belajar Bahasa Esperanto karena adanya wadah berdiskusi dan bertanya kepada sesama pembelajar Esperanto. Kabar gembiranya, kursus dasar ini akan berlanjut dengan Kursus Esperanto Dasar 2. Rencananya akan diadakan pada 15 Agustus 2020. Saya dan teman-teman dari Kursus Dasar 1 akan mengikuti Kursus Dasar 2. Selain itu kehadiran peserta baru juga sangat dinantikan dan tentu saja bisa mendaftarkan diri untuk menjadi peserta.

Kamu tertarik? Ayo bergabung mengenal keseruan belajar Esperanto! Sampai berjumpa di Kursus Dasar Esperanto 2 untuk Pemula!

Ditulis oleh Fandra/Jakarta